Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Wisata Sejarah Bukittinggi

Wisata Sejarah Bukittinggi - Sumatera Barat tidak cuman punyai Padang yang dapat ditelusuri. Ada Kota Bukittinggi yang dapat kamu menempuh lebih kurang 3 jam perjalanan. Selainnya punyai wisata rekreasi alam dan budayanya, kota ini punyai warisan Sejarah yang harus didatangi jika kamu ada di sini. Penarasan seperti apakah warisan sejarahnya? Yok, baca opsi kami berikut ini.

Wisata Sejarah Bukittinggi

Sejarah Kota Bukittinggi tidak lepas dari perjuangan bangsa Indonesia tempo dahulu dalam menjaga Republik Indonesia dari beberapa penjajah. Beberapa tahun berakhir, sekarang kota itu banyak tinggalkan peninggalan Sejarah sebagai pengingat untuk angkatan seterusnya supaya selalu dilestarikan.

Berikut ialah beberapa warisan yang sudah dijadikan wisata rekreasi untuk pelancong yang bertandang. Cek this out!

Benteng Fort de Kock

Benteng Fort de Kock

Benteng Fort de Kock dibuat di tahun 1826 sebagai penghargaan ke Hendrik Merkus Baron de Kock. Dahulunya benteng ini diberi nama ‘Sterreschans' yang punyai makna benteng perlindungan. Kemudian diganti jadi Fort de Kock yang diambil dari nama Bukit Jirek, tempat benteng itu dibangun.

Di saat itu terjadi bentrokan di antara golongan tradisi dan umat muslim yang telah berjalan sepanjang satu dasawarsa. Golongan tradisi minta kontribusi tentara Hindia-Belanda, hingga tentaran Hindia-Belanda dengan bebasnya membangun banyak benteng dan satu diantaranya benteng ini.

Kondisi Benteng Fort de Kock sekarang ini telah banyak peralihan sesudah dilaksanakan perbaikan di tahun 2002. Bangunannya sekarang warna putih dengan tinggi 20 mtr. yang diperlengkapi dengan Meriam warisannya.

Meskipun telah berlainan dari yang aslinya, kehadiran benteng ini ialah bukti jika Belanda pernah memberikan kekuasaannya di Kota Bukittinggi.

Benteng itu sekarang dipakai untuk menyaksikan panorama Kota Bukittinggi dan kerap didokumentasikan oleh pengunjung saat bertandang ke situ.

Lubang Jepang

Lubang Jepang

Lubang Jepang berada di Taman Pemandangan, Jalan Pemandangan, Guguk Panjang, Kota Bukittinggi. Lubang ini dibikin sepanjang lebih kurang 3 tahun yang dibikin sebagai pelindungan. Bahkan juga, lubang ini dapat meredam letusan bom seberat 500 kg.

Pembikinan lubang ini atas perintah dari Letjen Moritake Tanabe, seorang tantara Jepang, dan banyak makan korban jiwa sepanjang proses pembikinannya.

Untuk membuat lubang itu, Jepang mengaryakan secara paksakan beberapa orang yang dari Kalimantan, Jawa, dan Sulawesi. Lubang ini punyai panjang lebih dari 6 km dan sebagai salah satunya lubang paling panjang di Asia dengan kedalaman 49 mtr. di permukaan tanah.

Lubang Jepang sekarang menjadi satu diantara rekreasi Kota Bukittinggi dan banyak didatangi oleh pelancong. Untuk masuk teritori ini, seharusnya kamu sewa pemandu untuk ketahui cerita dibalik pembikinan Lubang Jepang ini.

Jam Gadang

Jam Gadang

Siapakah yang tidak tahu warisan satu ini? Jam Gadang atau jam besar dibangun pertama kalinya di tahun 1926 - 1927 atas hadiah yang diberi Ratu Wilhelmina, Ratu Belanda.

Di awal dibangun pada periode pemerintah Hindia-Belanda, atap dari jam ini berupa bundar dengan patung ayam jantan menghadap ke timur di bagian atas. Saat pemerintah Jepang, wujud atap diganti jadi pagoda dan sesudah Indonesia merdeka diganti jadi wujud gojong atau atap pada rumah tradisi Minangkabau.

Jam Gadang sekarang dijadikan tempat wisata dengan taman yang luas disekitaran jam itu. Umumnya, taman itu dipakai untuk melangsungkan beberapa acara umum dan tempat hubungan warga sehari-harinya.

Janjang Koto Gadang

Janjang Koto Gadang

Salah satunya kekhasan Kota Bukittinggi yakni warisan Sejarah yang ini. Janjang Koto Gadang sebagai pelintasan panjang yang terbagi dalam banyak anak tangga. Pelintasan ini menyambungkan dua nagari yang dibuat di tahun 1814.

Dulunya, warga memakai pelintasan ini sebagai lajur pengiriman logistik dari 2 nagari, Nagari Koto Gadang dan Nagari Ngarai.

Janjang Koto Gadang punyai panggilan sebagai ‘The Great Wall of Koto Gadang' yang seperti Great Wall di Cina.

Jika kamu bertandang kesini, di sejauh pelintasan kamu akan disajikan oleh panorama hijau yang paling luas. Kamu bisa juga menyaksikan Jam Gadang dari pucuk pelintasan dan Taman Pemandangan di bukit seberang. Diakhir pelintasan, kamu akan berdiri di tengah-tengah lembah tempat mengucurnya Tangkai Sianok.

Istana Bung Hatta

Istana Bung Hatta

Siapakah yang tidak mengenali Bung Hatta? Nach, untuk kenang kembali jasanya dibangun sebuah istana yang namanya Istana Bung Hatta.

Istana Bung Hatta berada di Jalan Istana, Bukit Cangang, Kota Bukittinggi. Pada jaman Pemerintah Penjajahan Belanda, istana ini namanya Gedung Tri Arga. Sekitaran tahun 1947 dialih-fungsi sebagai posisi Wakil Presiden Mohammad Hatta.

Di saat Belanda sukses menempati Yogyakarta, pemerintahan jadikan Kota Bukittinggi sebagai kota pemerintahan genting Republik Indonesia dan jadikan Istana Bung Hatta sebagai basis Pemerintahan Indonesia.

Saat ini, istana ini dijadikan tempat wisata monumental warisan periode awalnya kemerdekaan dan rumah tamu negara saat sedang bertandang.

Demikian info mengenai Tempat Wisata Sejarah Bukittinggi, jangan lupa bagikan ke teman anda yang suka berwisata ke kawasan bersejarah. Jika ada yang kurang jelas silahkan ditanyakan lewat kolom komentar.

Posting Komentar untuk "Wisata Sejarah Bukittinggi"